Hallo
Lama gak update ni,maf,,habis banyak tugas,hheee (alesan).hem,Kali ini
saya akan membahasa salah satu program yaitu pascal dan yang saya bahas
kali ini adalah FUNCTION (fungsi) atau bisa dibilang
rumus-rumus dalam pascal. Blok Fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi.
rumus-rumus dalam pascal. Blok Fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus dideklarasikan dengan tipenya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe hasil dari fungsi.
Bentuk Umum :
Function
Identifier(daftar-parameter):type;
Contoh :
Function Faktorial(Var
Fak,Hasil : Integer):Integer;
Function Pangkat(X,Y :
Real):Real;
Blok Fungsi diawali dengan kata cadangan Begin dan diakhiri dengan kata
cadangan End dan titik koma.
Contoh :
1.
Function Hitung(Var A,B : Integer):Integer; Output :
Begin
Hitung :=A+B; Nilai
X ? 2
End; Nilai
Y ? 3
Var 2
+ 3 = 5
X,Y : Integer;
Begin
Write(‘Nilai X ?’);
Readln(X);
Write(‘Nilai Y ?’);
Readln(Y);
Writeln;
Writeln(X,’+’,Y,
‘=’,Hitung(X,Y));
End.
2.
Function Hitung(Var A,B,C : Integer): Integer; Output :
Begin
A:=A+2; Nilai
X ? 2
B:=B+2; Nilai
Y ? 3
C:=A+B;
Hitung:=C; 4
+ 5 = 9
End.
Var
X,Y,Z,Hasil :
Integer;
Begin
Write(‘Nilai X
?’);
Readln(X);
Write(“Nilai Y
?’);
Readln(Y);
Writeln;
Hasil
:=Hitung(X,Y,Z);
Writeln(X,’+’,Y,
‘=’,Hasil);
End.
- Perbedaan Fungsi dengan Prosedur adalah :
1.
Pada fungsi, nilai yang dikirimkan nalik terdapat pada
nama Fungsinya (kalau pada prosedur pada Parameter yang dikirimkan secara
acuan). Pada contoh, nama Fungsi tersebut adalah Hitung dan nilai yang dikirim
balik berada pada nama Fungsi tersebut. Sehingga nama Fungsi ini harus
digunakan untuk menampung hahsil yang akan dikirimkan dari Fungsi sebagai berikut
:
Hitung := A+B;
Nama Fungsi
yang berisi nilai yang akan dikirimkan
2.
Karena nilai balik berada di nama Fungsi tersebut,
maka Fungsi tersebut dapat langsung digunakan untuk dicetak hasil sebagai
berikut :
Nama Fungsi yang langsung digunakan untuk ditampilkan hasilnya
Atau Nilai Fungsi
tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke pengenal Variabel yang lainnya,
sebagai berikut :
Hasil := Hitung(X,Y);
Writeln(X, ‘+’ ,Y, ‘=’, Hasil);
Sedang pada Prosedur, nama Prosedur tersebut tidak
dapat digunakan langsung, yang dapat langsung digunakan adalah parameternya
yang langsung mengandung nilai balik.
- Fungsi Tanpa Parameter
Suatu Fungsi yang tanpa menggunakan parameter berarti
nilai balik yang akan dihasilkan merupakan nilai yang sudah pasti. Pada Fungsi
yang tidak mempunyai parameter, maka hsail tersebut tidak dapat diatur dari
modul yang menggunakannya, karena tidak ada parameter yang dikirimkan.
Contoh :
Program Contoh1; Output
:
Type --------
Huruf = String; Pascal
Function Garis : Huruf; --------
Begin
Garis
:= ‘-----------‘;
End;
Begin
Writeln(Garis);
Writeln(‘Pascal’);
Writeln(Garis);
End.
Atau dapat juga didefinisikan sebagai suatu konstanta dibagian definisi
konstanta, sebagai berikut :
Contoh :
Program Contoh2; Output
:
Const
Garis:=’---------‘; ---------
Begin Pascal
Writeln(Garis); ---------
Writeln(‘Pascal’);
Writeln(Garis);
End.
·
Parameter Dalam Fungsi
Parameter dalam fungsi dapat
dikirimkan secara Nilai (By Value) atau secara Acuan (By Reference). Penulisan
judul Fungsi yang menggunakan parameter dengan pengiriman sevara Nilai adalah
tampak sebagai berikut :
Function Hitung(A,B : Integer): Integer;
Contoh :
Suatu Fungsi yang akan menghasilkan nilai terbesar dari 2 buah Nilai
Real.
Function Terbesar(X,Y:Real):Real; Output :
Begin
If X>Y then Nilai Pertama ?
12,356
Terbesar :=X Nilai Kedua ? 55.182
Else Nilai
Terbesar adalah 55,182
Terbesar :=Y;
End;
Var
Nilai1,Nilai2 :Real;
Begin
Write(‘Nilai Pertama ?’);Readln(Nilai1);
Write(‘Nilai Kedua ?’);
Readln(Nilai2);
Writeln(‘Nilai Terbesar
adalah’ ,Terbesar(Nilai1,Nilai2):9:3);
End.
Sedang Penulisan judul Fungsi yang menggunakan parameter dengan
pengiriman secara Acuan adalah dengan menambahkan katan cadangan Var sebagai
berikut :
Function Hitung(Var A,B :
Integer):Integer;
Pengiriman parameter dengan secara Acuan akan mengakibatkan perubahan
nilai parameter di Fungsi juga merubah nilai parameter dimodul yang
mengirimkannya.
Contoh :
Program Contoh3:
Function Hitung(Var A,B,C : Integer):Integer; Output :
Begin
Hitung :=A+B; Nilai
X ? 2
C :=A*B; Nilai
Y ? 3
End.
2
+ 3 = 5
Var 2
* 3 = 6
X,Y,Z : Integer;
Begin
Write(‘Nilai X ?’);
Readln(X);
Write(‘Nilai Y?’);
Readln(Y);
Writeln;
Writeln(X,’+’,Y,
‘=’,Hitung(X,Y,Z);
Writeln(X,’*’,Y, ‘=’,Z);
End.
·
Fungsi Pangkat
Pascal tidak menyediakan Fungsi
untuk perpangkatan tinggi, yang ada hanyalah SQR, yaitu untuk pemangkatan
kuadrat. Bila akan melakukan perpangkatan lebih dari pangkat 2, maka harus
dibuat program tersendiri.
Contoh :
Program Contoh4;
Function PangkatI(X:Real; Y:Integer):Real;
Var
Pangkat :=1;
For I := 1 to Y do
Pangkat :=
Pangkat * X;
PangkatI :=
Pangkat;
End;
Var
A: Real;
B : Integer;
Begin
Write(‘Nilai akan
dipangkatkan ?’);
Readln(A);
Write(‘Dipangkatkan
dengan ?’);
Readln(B);
Writeln(A:9:3, ‘Pangkat’
,B, ‘adalah’,PangkatI(A,B):9:3);
End.
Output :
Nilai akan dipangkatkan ? 1.5
Dipangkatkan dengan ? 3
1.500 pangkat 3 adalah
3.375
·
Fungsi Memanggil Dirinya Sendiri
Suatu Fungsi dapat juga memanggil dirinya sendiri atau
disebut dengan Recursion
Contoh :
Program Contoh5;
Function Faktorial(Nilai :Integer):Real;
Begin
If Nilai = 0
Then
Faktorial
:= 1
Else
Faktorial
:= Nilai * Faktorial(Nilai-1);
End;
Var
N:=Integer;
Begin
Write(‘Berapa
Faktorial ?’);
Readln(N);
Writeln(N,’Faktorial
= ‘,Faktorial(N):9:0);
End.
Output :
Berapa Faktorial ? 5
5 Faktorial = 120
·
Fungsi Memanggil Fungsi Yang Lain
Suatu Fungsi dapat juga
memanggil Fungsi yang lainnya. Fungsi yang dipanggil letaknya harus berada
diatas Fungsi yang memanggil.
Contoh : Output
:
Function Fungsi2(Y:Integer):Integer; 11
Begin
Fungsi2 := Y*2; Didapat dari :
End;
Fungsi1 := Fungsi2(X)
+ 5
Function Fungsi1(X:Integer):Integer; Fungsi1
:= Y * 2+5
Begin Maka untuk
Nilai Fungsi(3) adalah
3 * 2 + 5 = 11
Fungsi1 := Fungsi2(X)+5;
End;
Begin
Writeln(Fungsi1(3));
End.
·
Fungsi Standar
Dalam Pascal disediakan
beberapa Fungsi Standar yang telah didefinisikan dan tidak perlu dibuat kembali
oleh pemakai, diantaranya adalah :
~ Fungsi Standar Arithtmatika
Digunakan
untuk operasi-operasi Arithmatika diantaranya adalah :
1.
Fungsi Standar ABS
Bentuk Umum : ABS(X);
Digunakan untuk memutlakkan suatu nilai yang
ditunjukkan oleh argumen X. Argumen X dapat berupa tipe Real atau Integer dan
hasil dari Fungsi ini akan sama dengan tipe argumennya. Memutlakkan suatu nilai
berarti nilai negatif dipositifkan dan nilai positif tetap positif.
Contoh :
Program Mutlak;
Var
X : Real;
Begin
Write(‘Nilai yang akan dimutlakkan
?’);Readln(X);
Writeln(‘Nilai Mutlaknya =’,Abs(X):9:2);
End.
Output :
Nilai yang akan dimutlakkan ? –25.75
Nilai mutlaknya = 25.75
2.
Fungsi Standar EXP
Bentuk Umum : EXP(X:Real):Real;
Digunukan untuk menghitung nilai pangkat dari bilangan
e (bilangan alam), yaitu sebesar ex .
Argumen X dapat berbentuk tipe Real atau Integer dan hasil dari Fungsinya
adalah Real.
Contoh :
Program Misal;
Var
X :
Real;
Begin
Write(‘Nilai
yang akan dieksponentialkan ?’);Readln(X);
Writeln(‘Nilai
Eksponentialnya = ‘,Exp(X):9:5);
End.
Output :
Nilai yang akan dieksponentialkan ? 7.5
Nilai Eksponentialnya = 1808.04241
3.
Fungsi Standar LN
Bentuk Umum : Ln(X:Real):Real;
Digunakan untuk menghitung nilai Algorithma alam
(Natural Logarithm) dari nilai X. Argumen X dapat berbentuk tipe Real atau
Integer dan hasil dari Fungsinya adaah Real.
Contoh :
Program Misal2;
Var
X : Real;
Begin
Write(‘Nilai
yang akan di Ln ?’);Readln(X);
Writeln(‘Nilai
Ln = ‘,Ln(X):9:2);
End.
Output :
Nilai yang akan di Ln ? 100
Nilai Ln =
4.61
4.
Fungsi Standar INT
Bentuk Umum : Int(X:Real):Real;
Digunakan untuk menghasilkan nilai Integer dari X.
Hasil dari Fungsi adalah tipe Real. Hasil dari Fungsi adalah Tipe Real dengan
nilai ya ng berupa pembulatan ke bawah (nilai pecahan dibuang) dari nilai X.
Contoh :
Program Misal3;
Var
X :
Real;
Begin
Write(‘Nilai
yang akan dibulatkan ?’); Readln(X);
Writeln(‘Nilai
pembulatannya = ‘,Int(X):9:2);
End.
Output :
Nilai yang akan dibulatkan ? 9.99
Nilai pembulatannya = 9.00
5.
Fungsi Standar FRAC
Bentuk Umum : Frac(X:Real):Real;
Digunakan untuk mendapatkan nilai pecahan dari Argumen
X. Argumen X dapat berbentuk tipe Real maupun Integer dan hasil dari Fungsinya
adalah Real.
Contoh :
Program Misal4;
Var
X :
Real;
Begin
Write(‘Nilai
yang akan diambil pecahannya ?’);Readln(X);
Writeln(‘Nilai
pecahannya = ‘,Frac(X):6:5);
End.
Output :
Nilai yang akan diambil pecahannya ? 9.99
Nilai pecahannya =
0.99000
6.
Fungsi Standar SQR
Bentuk Umum : SQR(X);
Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari
argumen X. Argumen X dapat berbentuk
tipe Real atau Integer dan hasil Fungsinya akan sama dengan tipe argumennya.
Contoh :
Program Misal5;
Var
X :
Real;
Begin
Write(‘Nilai
yang akan dikuadratkan ?’); Readln(X);
Writeln(‘Nilai
kuadratnya =’, SQR(X):9:2);
End.
Output :
Nilai yang akan dikuadratkan ? 5
Nilai kuadratnya = 25.00
7.
Fungsi Standar SQRT
Bentuk Umum : SQRT(X:Real):Real;
Digunakan untuk menghitung nilai akar dari argumen X.
Argumen X dapat berbentuk tipe Real atau Integer dan hasil dari Fungsinya
adalah Real.
Contoh :
Program Misal6;
Var
A,B,C
: Real;
Begin
Write(‘Panjang
Sisi Tegak ?’);Readln(A);
Write(‘Panjang
Sisi Datar ?’); Readln(B);
C :=
SQRT(SQR(A) + SQR(B));
Writeln(‘Panjang
Sisi Miring = ‘,C:9:2);
End.
Output :
Panjang Sisi Tegak ? 30
Panjang Sisi Datar ?40
Panjang Sisi
Miring = 50.00
~ Fungsi Standar Transfer
Digunakan untuk merubah suatu nilai ke bentuk
nilai yang lain. Fungsi-fungsi standar
transfer yang tersedia, yaitu Fungsi Standar Chr, Ord, Round dan Trunc
1.
Fungsi Standar CHR
Bentuk Umum : Chr(X:Byte):Char;
Digunakan untuk merubah nilai dari Byte X ke bentuk
karakter yang sesuai dengan kode ASCII nya.
Contoh :
Program Misal7;
Var
X :
Byte;
Begin
Write(‘Nilai
kode ASCII (0-255) ?; Readln(X);
Writeln(‘Karakter
kode ASCII ini adalah : ‘, Chr(X));
End.
Output :
Nilai kode ASCII (0-255) ? 66
Karakter kode ASCII ini adalah : B
- Fungsi Standar ORD
Bentuk Umum : Ord(X):Longint;
Digunakan untuk merubah nilai X ke bentuk nilai
Longint yang sesuai dengan kode ASCIInya.
Contoh :
Program Misal8;
Var
Karakter
: Char;
Begin
‘Write(‘Karakter
?’);
Readln(Karakter);
Writeln(Karakter,’adalah
kode ASCII : ‘,Ord(Karakter));
End.
Output :
Karakter ? B
B adalah kode ASCII : 66
- Fungsi Standar ROUND
Bentuk Umum : Round(X:Real):Longint;
Digunakan untuk membulatkan nilai dari Real X ke nilai
Longint yang terdekat. Bila nilai pecahan sama dengan taua lebih besar dari 0.5
akan dibulatkan ke atas, sedang bila nilai pecahan lebih kecil dari 0.5 akan
dibulatkan ke bawah.
Contoh :
Program Misal9;
Begin
Writeln(’10 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah ‘,Round(10/3));
Writeln(’20 dibagi 3 hasil pembulatan terdekat adalah ‘,Round(20/3);
End.
Output :
10 dibagi 3
hasil pembulatan terdekat adalah 3
20 dibagi 3
hasil pembulatan terdekat adalah 6
- Fungsi Standar TRUNC
Bentuk Umum : Trunc(X:Real):Longint;
Digunakan untuk membulatkan nilai Real X ke nilai
Longint terkecil atau dengan kata lain membulatkan ke bawah.
Contoh :
Program Misal10;
Begin
Writeln(’10 dibagi 3 hasil pembulatan ke bawah adalah ‘,Trunc(10/3));
Writeln(’20 dibagi 3 hasil pembulatan ke bawah adalah ‘,Trunc(20/3));
End.
Output :
10 dibagi 3 hasil pembulatan ke bawah adalah 3
20 dibagi 3 hasil pembulatan ke bawah adalah 6
0 Komentar untuk "Pengertian FUNCTION (F U N G S I)"